Tahun 2022, Saham BRIS Lesu

  • Share
saham bris

Bank Syariah Indonesia atau disingkat BSI merupakan salah satu bank yang ada di Indonesia dan bergerak di bidang perbankan syariah. Pada tanggal 1 Februari 2021 pukul 13.00, bank BSI ini diresmikan, tanggal tersebut bertepatan dengan tanggal 10 Jumadil Akhir 1442 H.

Bank Syariah Indonesia ini hasil dari gabungan beberapa bank syariah yang ada di Indonesia yaitu Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah dan BNI Syariah. Saat ini Bank Syariah Indonesia dimiliki oleh HIMBARA (Himpunan Bank Milik Negara).

Awalnya bank ini bernama PT Bank Djasa Arta dan kantornya berpusat di Jalan Suniaraja, no 24B, Bandung. Di tanggal 19 Desember 2007, secara resmi Bank Rakyat Indonesia telah mengakuisisi. Setelah Bank Indonesia memberikan izin yang tercatat pada tanggal 16 Oktober 2008.

Sehingga secara resmi bank ini beroperasi dengan nama PT Bank BRI Syariah dan pada tahun 2009, beberapa unit usaha syariah dari BRI ini resmi digabung ke dalam perusahaan yang baru tersebut.

Di tahun 2018, bank syariah ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia dan di tahun 2020, perencanaan penggabungan Bank Syariah Mandiri dan juga BNI Syariah ke dalam satu perusahaan dengan BRI Syariah telah disetujui oleh para pemegang saham BRIS.

Maka dari itu, setelah mendapatkan izin dari OJK, pada tanggal 27 Januari 2021, bank ini secara resmi beroperasi dengan nama baru yaitu PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

  • Produk Populer Bank Syariah Indonesia

Produk atau layanan dari Bank Syariah Indonesia ini tidak kalah canggih dengan produk dari perbankan konvensional yang ada, hanya saja pembedanya ada pada akad-akad yang telah disesuaikan dengan akad syariah dan secara resmi telah diakui oleh Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia.

Baca Juga  Harga Saham BMAS Hari ini

Di bawah ini beberapa produk dari bank syariah Indonesia yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas berdasarkan kebutuhan mereka, diantaranya adalah

  • Tabungan Syariah.

  • Deposito Syariah.

  • Pembiayaan maupun pinjaman syariah.

  • Gadai Syariah.

  • Giro Syariah.

Mari kita perhatikan beberapa penjelasan singkat dari beberapa produk di atas.

  • Tabungan Syariah

Tabungan yang satu ini terikat dengan sebuah kesepakatan maupun akad antara nasabah dan pihak bank yaitu dengan akad bernama mudharabah. Akad ini memberikan kewenangan kepada pihak bank untuk mengelola simpanan nasabah dengan sistem bagi hasil.

Produk ini menerapkan sistem bagi hasil jadi bukan bunga karena jika menggunakan bunga, mengandung unsur riba yang dilarang di dalam agama Islam.

  • Deposito Syariah

Produk yang satu ini merupakan produk simpanan berjangka yang nantinya akan dikelola oleh pihak bank syariah Indonesia. Produk ini bisa didapatkan oleh nasabah perorangan maupun perusahaan dengan menggunakan akadnya mudharabah.

Produk yang satu ini bisa dilakukan penarikan dalam jangka waktu tertentu seperti 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan sampai dengan 24 bulan.

  • Pinjaman Syariah

Produk berikutnya adalah pinjaman maupun pembiayaan syariah, dalam produk ini nasabah wajib melunasi utang mereka kedalam bentuk pembayaran langsung atau cicilan. Misalnya seperti ini, seorang nasabah meminjam uang ke bank syariah Indonesia untuk membeli komputer.

Bank Syariah Indonesia akan membelikannya terlebih dahulu ke toko dan komputer akan dijual kepada nasabah dengan harga yang telah dimasukkan margin ke dalamnya. Hal ini dikenal dengan sistem bagi hasil.

Saat seorang nasabah meminjam sejumlah dana untuk modal usaha, maka bank akan mendapatkan beberapa persen dari profit usaha yang sedang dijalankan.

  • Gadai Syariah

Produk lainnya adalah gadai syariah yang merupakan produk pinjaman tunai dari bank syariah Indonesia untuk nasabahnya. Dalam hal ini produk ini menggunakan akad rahn atau ijarah sebagai syarat utama, para nasabah wajib menyerahkan beberapa barang jaminan.

Baca Juga  Harga Saham BBRI Hari ini

Jika nasabah nantinya tidak sanggup melunasi cicilan, maka barang jaminan tersebut akan dijual untuk menutupi utang nasabah. Jika harga jualnya melebihi utang, maka kelebihannya akan dikembalikan kepada nasabah.

  • Giro Syariah

Produk berikutnya bernama Giro Syariah, produk simpanan di bank ini adalah dana yang bisa ditarik dengan menggunakan cek maupun bilyet giro selain kartu ATM. Nasabah bisa perorangan maupun perusahaan.

Kelima produk tersebut sangat populer dan mungkin bisa menjadi solusi untuk masyarakat yang takut akan riba bank, Bank Syariah Indonesia berusaha untuk memberikan pelayanan yang ramah dengan para nasabahnya.

Akan tetapi, bagaimana dengan harga saham BRIS yang ada di bank syariah Indonesia? Katanya lesu di tahun ini? Kita akan simak penjelasan secara singkatnya tentang saham BRIS di bawah ini.

  • Penyebab Lesunya Saham BRIS

PT Bank Syariah Indonesia Tbk terpantau memiliki kinerja saham BRIS yang melemah. Pada tanggal perdagangan kamis 13 Januari 2022 kemarin, saham BRIS ditutup dengan 5 poin atau 0,3 persen.

Berbeda dengan perdagangan sebelumnya, dimana saham BRIS sempat menyentuh auto reject bawah (ARB) dengan merosot 120 poin. Nah sepanjang tahun 2022 ini, saham BRIS telah anjlok sebanyak 165 poin atau sekitar 9,27 persen.

Pengamat pasar modal yaitu Teguh Hidayat mengatakan, amblasnya harga dari saham BRIS ini berdasarkan kinerja perusahaan yang belum mengalami pertumbuhan yang signifikan di tahun 2022. Di tahun 2021, saham BRIS memang sempat naik daun, hal itu karena berkat gabungan tiga perusahaan bank syariah milik BUMN yaitu BNI Syariah, BRI Syariah dan Mandiri Syariah.

Saat itu lantas BSI digadang-gadang sebagai bank syariah terbesar yang ada di Indonesia dan bisa bersaing dengan bank syariah global yang ada. Bisa dibilang, naiknya harga saham BRIS ketika pertama kali BSI dibangun hanya lebih ke harapan saja, namun pada kenyataanya dalam setahun ini kinerja saham BRIS masih tergolong biasanya saja.

Baca Juga  Harga Saham BBNI Hari ini

Merujuk pada prospek bergabungnya beberapa bank menjadi satu entitas yang sama yaitu Bank Syariah Indonesia, diketahui nilai valuasinya saham BRIS adalah sekitar Rp 7,59 triliun. Dan pada tanggal 30 Juni 2020, jumlah saham BRIS telah beredah yaitu 9.716.113.498 lembar saham BRIS.

Dengan demikian, jumlah valuasi saham BRIS per lembarnya yaitu RP 781,29, akan tetapi di tahun lalu saham BRIS mengalami kenaikan, hal itu bersamaan dengan momentum kenaikan indeks harga saham gabungan yang telah mengalami peningkatan kekuatan ke level 6,400 di bulan januari 2021.

Sebagai informasi saja bahwa saham BRIS pernah berada di posisi terendahnya yaitu di level Rp 189 per saham BRIS di bulan Mei 2020. Kemudian saham BRIS secara perlahan mengalami kenaikan dan seiring rencana penggabungan ketiga bank tersebut.

Ketika rencana penggabungan ketiga bank syariah tersebut, saham BRIS mengalami kenaikan sampai 4.000 saat itu. Ketika itu para investor sangat optimis dengan kinerja saham BRIS yang harapannya menjadi bank yang besar di Indonesia dan bisa dibilang saat itu nuansanya mengatakan bahwa BRIS adalah bank syariah satu-satunya yang ada di Indonesia.

  • Share