IHSG Dibuka Melemah di Awal Pekan, Tekanan Jual Bayangi Pasar Saham Indonesia

berbagiberkat.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan hari ini, Minggu, 16 Maret 2025, kembali menunjukkan tren pelemahan. Hingga pukul 08:00 WIB, IHSG tercatat turun sebesar 0,45% atau sekitar 30 poin dari penutupan sebelumnya, berada di level 6.520,35. Pelemahan ini melanjutkan sentimen negatif yang telah terlihat pada sesi perdagangan akhir pekan lalu, di mana tekanan jual signifikan mendominasi pasar.
Analis pasar modal dari PT Trimegah Sekuritas, Budi Santoso, mengatakan bahwa pelemahan IHSG dipengaruhi oleh kombinasi faktor global dan domestik. “Ketidakpastian ekonomi global, khususnya setelah data inflasi AS yang dirilis pekan lalu menunjukkan angka di atas ekspektasi, membuat investor cenderung mengambil sikap wait-and-see. Selain itu, sentimen negatif dari Wall Street yang juga menutup pekan dengan penurunan turut memengaruhi pasar domestik,” ujarnya.
Baca juga: IHSG Melemah 0,57% di Tengah Pemotongan Anggaran dan Penurunan Peringkat Pasar Indonesia
Sektor pertambangan dan teknologi menjadi penyumbang terbesar penurunan IHSG pagi ini, dengan beberapa saham unggulan seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masing-masing melemah lebih dari 2%. Di sisi lain, sektor konsumer masih menunjukkan ketahanan, didukung oleh kinerja stabil saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Pelaku pasar juga tengah mencermati perkembangan nilai tukar rupiah yang pagi ini berada di kisaran Rp 15.800 per dolar AS, melemah tipis dibandingkan penutupan Jumat lalu. “Rupiah yang cenderung tertekan bisa memicu aksi jual lebih lanjut jika tidak ada katalis positif dalam waktu dekat,” tambah Budi.
Meski demikian, beberapa analis tetap optimistis bahwa IHSG masih memiliki potensi rebound dalam jangka pendek, terutama jika data ekonomi domestik seperti pertumbuhan kredit atau konsumsi rumah tangga menunjukkan sinyal positif. Investor disarankan untuk memantau saham-saham blue chip yang berpotensi menjadi penopang pasar di tengah volatilitas ini.
Baca juga: $TON Naik 20% Setelah Pendiri Telegram Pavel Durov Diizinkan Kembali ke Dubai Usai Penangkapannya
Hingga berita ini ditulis, volume perdagangan tercatat mencapai Rp 1,2 triliun dengan 180 saham melemah, 120 menguat, dan 250 lainnya stagnan. Pasar saham Indonesia diperkirakan akan tetap bergerak fluktuatif sepanjang hari ini, menanti sentimen baru dari dalam dan luar negeri.