Perkembangan Antam dan Prospek Investasi di Tahun 2022

  • Share
saham antm

Salah satu perusahaan penghasil emas yang ada di Indonesia yaitu Antam atau PT Aneka tambang Tbk yang merupakan salah satu anak perusahaan BUMN pertambangan yaitu Inalum. Perusahaan Antam atau PT Antam didirikan pada tanggal 5 Juli 1968.

Perusahaan ini memiliki kegiatan seperti eksplorasi, penambangan, pengolahan dan juga pemasaran yang berkaitan dengan sumber daya mineral. Perusahaan ini juga mendapatkan pendapatan secara rutin dari kegiatan eksplorasi dan juga penemuan deposit mineral.

Mineral tersebut diolah secara ekonomis dan hasil pengolahan tersebut dijual kepada konsumen jangka panjang yang loyal di daerah Eropa dan juga Asia. Kegiatan ini telah rutin dilakukan sejak berdirinya perusahaan tersebut pada tahun 1968.

Komoditas utama yang dikeluarkan Antam adalah bijih nikel dengan kadar tinggi (saprolit), bijih nikel dengan kadar rendah (limonit), feronikel, emas, bauksit dan perak. Jasa utama yang dimiliki perusahaan Antam adalah pengolahan dan juga pemurnian logam mulia dan jasa geologi.

Perusahaan PT Aneka Tambang Tbk atau disingkat ANTM pernah mengatakan bahwa penambangan emas di daerah Cikotok, Kabupaten Lebak, Banten telah selesai. Hal itu berdasarkan kutipan informasi dari Bursa Efek Indonesia, Direktur Umum dan CSR PT Aneka Tambang I Made Surata menuturkan bahwa pertambangan emas di Cikotok telah selesai.

Proses penambangan di Cikotok tersebut sekarang menjadi salah satu bagian dalam sejarah Indonesia ketika dikuasai penjajah pada tahun 1936 sampai dengan akhirnya menjadi sebuah perusahaan di tahun 1960 dan menjadi bagian dari Antam 1968.

Kementerian Badan usaha Milik Negara juga telah membentuk komite konsolidasi pertambangan dan komite tersebut memiliki tugas untuk mengkaji pembentukan induk usaha pertambangan dan ditargetkan terbentuk pada akhir tahun 2016 yang allu.

Baca Juga  Belajar Investasi? Ayo Mulai dari Saham Pgas Sebagai Ladang Potensial

Fajar Harry Sampurno selaku Deputi Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Kementerian BUMN mengatakan beberapa anggota konsolidasi tersebut adalah PT Timah Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Indonesia Asahan Aluminium(Persero) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan kepercayaan untuk membeli saham dari PT Freeport Indonesia dengan nilai 1,7 miliar dollar AS kepada perusahaan PT Antam dan PT Inalum.

Jika kedua perusahaan tersebut tidak bisa membeli saham PT Freeport Indonesia, maka akan dibantu oleh anggota komite konsolidasi perusahaan tambang BUMN seperti PT Bukit Asam dan PT Timah.

  • Prospek Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

Saham Antm (PT Aneka Tambang Tbk) memiliki prospek yang cerah dalam jangka yang cukup panjang. Meskipun ada banyak berita negatif tengah menyerang perusahaan emas terbesar di Indonesia tersebut selama beberapa terakhir ini.

Memang tidak tanggung-tanggung, berkat berita negatif tersebut. Harga saham Antm mengalami penurunan yang cukup drastis sejak awal tahun sampai hari ini. Hal itu berdasarkan BEI yang menginformasikan bahwa saham Antm telah mengalami penurunan dari Rp 2.250 di akhir tahun sebelumnya menjadi Rp 1.935 di penutupan dagang saham baru-baru ini.

Bahkan, saham Antm juga pernah anjlok hingga auto reject bawah dengan penurunan yang cukup signifikan. Pihak RHB sekuritas juga menyebutkan bahwa penurunan terhadap harga saham Antm selama beberapa hari terakhir ini, sebagian besar dipengaruhi oleh berita seperti berita tentang kegagalan Indonesia Battery Company (IBC) yang tengah mengakuisisi Street Scooter.

Berita lainnya tentang kementerian ESDM yang memberikan peringatan kepada perusahaan Antam terkait RAKB tahun 2022 juga menjadi pengaruh yang cukup krusial terhadap penurunan harga saham Antm.

Baca Juga  Harga Saham ANTM Hari ini

Tapi, meskipun sejumlah berita negatif yang menyerangnya sampai memicu penurunan harga saham Antm beberapa hari terakhir ini, namun sejumlah analisis justru menghasilkan beberapa pandangan positif tentang saham Antm yang banyak direkomendasikan untuk dibeli.

Salah satu yang ikut menganalisis dan merekomendasikan saham Antm adalah RHB Sekuritas Indonesia, pihaknya mengatakan rekomendasi beli yang ditargetkan di angka Rp 3.450. Sedangkan untuk Ciptadana sekuritas mempertahankan saham Antm dengan target harga kisaran Rp 3.500.

Ryan Santoso selaku analisis RHS Sekuritas mengatakan, bahwa rekomendasi beli saham Antm ini menimbang prospek bisnis perseroan seiring peluang kenaikan volume produksi yang bersamaan dengan potensi pasar yang meningkatkan harga jual komoditas nikel dan juga emas dalam jangka panjang dan menengah.

Tidak hanya itu saja, Ryan Santoso juga mengatakan bahwa Antam memiliki pencapaian operasional yang baik selama pandemi berlangsung di Indonesia. Sedangkan untuk peningkatan biaya bahan bakar bisa menjadi bagian dari salah satu faktor penekan margin keuntungan perseroan.

Pihak RHB Sekuritas juga memperkirakan peningkatan laba bersih dari perusahaan Antam ini bisa menjadi Rp 2,44 triliun pada tahun 2022 ini, dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mendapatkan Rp 2,31 triliun.

RHB juga memprediksi penjualan perseroan naik dari target awalnya di tahun 2021 yaitu Rp 31,37 triliun menjadi Rp 32,29 triliun di tahun 2022. Sedangkan hasil analisis dari Bahana Sekuritas yaitu Thomas Radityo mengatakan bahwa perusahaan Antam memiliki prospek dapat meningkatkan volume penjualan dalam beberapa tahun kedepan.

Hal itu berdasarkan proyek HPAL yang telah berjalan saat ini bisa mencapai target, sehingga bisa berdampak pada peningkatan kapasitas produksi ke depannya. Sedangkan Ciptadana Sekuritas mempertahankan rekomendasi saham Antm dengan target harga Rp 3.500. Nah, target tersebut diperkirakan akan mengalami peningkatan laba bersih menjadi Rp 3,51 triliun di tahun ini.

Baca Juga  Harga Saham ARCI Hari ini

Hal itu jauh lebih besar dibandingkan yang pernah dicapai pada tahun 2021 yang lalu yaitu Rp 2,41 triliun. Sedangkan pendapatan perseroan diestimasi akan mendapatkan kenaikan di tahun 2022 ini menjadi Rp 30, 67 triliun, jauh lebih besar dibandingkan tahun 2021 yaitu Rp 28,21 triliun.

  • Waktu yang Tepat Investasi di Antam

Berdasarkan hal tersebut, banyak pengamat pasar modal yang menyatakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan investasi. Banyak dari para pengamat pasar modal mengatakan bahwa kenaikan saham Antm tersebut bisa membuat saham Antm bisa menjadi lebih stabil.

Terutama setelah mengalami penurunan pada awal tahun 2022 ini, berdasarkan hal tersebutlah banyak dari para pengamat pasar modal termasuk Satrio yang menyebut bahwa saat ini adalah waktu yang sangat menarik dan juga tepat dalam melakukan investasi saham Antm.

Stabilitas saham Antm saat ini merupakan sebuah peluang yang nyata bagi para investor untuk memiliki saham Antm, karena memang memiliki prospek yang baik dan mengarah kepada perkembangan yang signifikan.

Yang menjadi nilai plus saham Antm adalah karena kinerja perusahaan yang positif, terutama dalam melakukan analisis fundamental perusahaan. Fundamental inilah yang di dapat dengan cara melihat price to earning ratio dan juga price to book value.

Bagaimana apakah Anda tertarik untuk melakukan investasi sekarang juga di PT Antam yang sedang mengalami kenaikan harga saham Antm yang cukup signifikan?

  • Share