Kinerja Saham BBCA Tahun 2022

  • Share
saham bbca

Salah satu bank swasta terbesar yang ada di Indonesia adalah BCA atau PT Bank Central Asia Tbk. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 21 Februari 1957 dengan nama perusahaan Bank Central Asia NV dan bank swasta ini pernah menjadi bagian dari Salim Group.

Namun saat ini, bank BCA dimiliki oleh salah satu perusahaan produsen rokok terbesar keempat yang ada di Indonesia yaitu perusahaan rokok Djarum.

Tahun 1955 NV perseroan dagang dan industri semarang knitting factory mendirikan cikal bakal BCA. Nah, Sudono Salim lah yang mendirikan BCA pada tanggal 21 Februari 1957 dan kantor pusatnya berada di Jakarta.

Dan di tanggal 1 Mei 1975, Mochtar Riady yang merupakan salah satu pengusaha yang ada di Indonesia ikut bergabung dengan BCA dan memperbaiki sistem kerja di bank tersebut dari mulai merapikan arsip bank yang saat itu masih belum rapi.

Setelah itu BCA melakukan gabungan dengan dua bank lainnya di tahun 1977. Salah satu dari dua bank tersebut adalah Bank Gemari yang dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dan kantor Bank Gemari pun dijadikan kantor cabang BCA.

Sampai pada periode 2000-an, BCA memperkuat dan juga terus melakukan pengembangan terhadap produk dan layanan yang mereka miliki, terutama dalam bidang perbankan elektronik dengan nama-nama seperti Debit BCA, Tunai BCA, Internet Banking KlikBCA. Mobile banking, EDCBIZZ dan masih banyak yang lainnya.

Tidak hanya itu saja, BCA juga telah mendirikan fasilitas disaster recovery center yang ada di Singapura. Bahkan BCA juga tengah meningkatkan kompetensi di bidang penyaluran kredit, termasuk ekspansi ke bidang pembiayaan mobil melalui anak perusahaannya yaitu BCA finance di tahun 2007.

Baca Juga  Harga Saham BRIS Hari Ini

BCA juga menjadi pelopor dalam menawarkan beragam produk kredit rumah dengan suku bunga yang tetap. Bahkan, BCA juga telah berhasil meluncurkan produk kartu prabayar seperti Flazz Card dan mulai menawarkan layanan Weekend Banking agar terus membantu keunggulan di bidang transaksi.

Pihak BCA juga tengah proaktif dalam mengelola penyaluran kredit dan posisi likuiditas yang tengah bergejolak dalam krisis global. Sehingga BCA bisa memperkuat kompetensi sebagai bank transaksi terbaik.

BCA juga telah berhasil membangun mirroring IT system di tahun 2008 dan 2009, fungsinya adalah untuk memperkuat kelangsungan usaha dan juga meminimalisir risiko operasional. \

  • Kinerja Saham BBCA di Tahun 2022

Perusahaan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) telah berhasil mempertahankan kinerja yang cukup solid selama pandemi Covid-19. Perusahaan keuangan terbesar di Indonesia ini telah bisa menghasilkan laba bersih sebesar Rp 23,2 triliun sampai bulan September 2021 yang lalu.

Hal tersebut naik sebanyak 15,8% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020 yang lalu, hal itu didukung dengan beban bunga, opex dan provisi yang lebih rendah. Pihak Sinarmas Sekuritas telah mempertahankan peringkat ADD atas saham bbca PT Bank Central Asia Tbk dengan harga yang ditargetkan kisaran Rp 8.390 sepanjang tahun 2022 ini. Hal itu berarti, sekitar 4,5 kali dari total prediksi book value yang memiliki potensi kenaikan 11,9%.

Kinerja BCA saat ini sangat diuntungkan dari franchise deposito yang sangat kuat dan juga rasio Current Account Saving Account (CASA) yang merupakan rasio simpanan di dalam bentuk tabungan dan giro.

Meskipun rasio industri tersebut mulai mengalami kelambatan, posisi CASA BCA masih tetap solid. Dikarenakan perusahaan telah berhasil memanfaatkan aplikasi mobile banking dengan sangat maksimal.

Baca Juga  Harga Saham ESIP Hari ini

Sehingga tidak heran jika BCA dibilang sebagai bank yang sangat tangguh dalam mempertahankan biaya dan juga kualitas aset yang dimilikinya. Sebelum Covid 19, harga saham bbca memang telah lebih unggul.

Hal itu ditunjukan dari ketahanan di satu sisi, namun tetap memiliki potensi kenaikan yang lebih terbatas pada sisi lainnya. Resiko penurunan ini berasal dari pemulihan ekonomi yang sebelumnya melemah dari perkiraan.

Pada tanggal 21 September 2021, BCA memiliki rasio cakupan kreditnya yang tinggi, akan tetapi proporsi pinjaman biaya kredit dan juga kredit yang bermasalah mendapatkan hasil yang lebih rendah.

Maka dari itu dalam hal ini, banyak pengamat investasi menetapkan bahwa saham bbca merupakan pilihan yang tepat dan berkualitas untuk sektor perbankan. Karena pinjaman BCA mengalami pertumbuhan yang lebih lambat yaitu 8,4% di tahun ini.

Hal ini mengakibatkan biaya kredit akan normal di kisaran angka 0,7%, bahkan bisa jauh lebih baik dari target manajemen. Kenapa? Karena berkaitan dengan tren penurunan penyediaan pinjaman sementara sehingga margin bunga bersihnya masih berada disekitar 5,4%.

Meskipun kenaikan BI rate sangat tidak menguntungkan bagi sebagian besar bank, hal ini karena dapat meningkatkan biaya dana yang tidak terlihat dan cukup signifikan untuk saham bbca. Karena deposito terkonsentrasi pada CASA dengan rasio CASA terhadap pinjaman masih berada di atas 100%.

Bahkan pihak perseroan telah menempatkan sebagian asetnya di surat berharga Bank Indonesia, maka dari itu hal tersebut bisa menjadi sumber pendapatan. Sedangkan untuk pinjaman masih mengalami pertumbuhan secara perlahan.

Di tahun 2022 ini, PT Bank Central Asia Tbk akan memfokuskan pada pengembangan digitalisasi melalui aplikasi Blu. Tujuan pihak perusahaan meluncurkan aplikasi Blu adalah untuk menyasar segmen mass market dan juga kalangan milenial yang dapat melengkapi franchise CASA.

Baca Juga  Harga Saham BBNI Hari ini

Meskipun aplikasi Blu dinilai akan menghasilkan nilai paling rendah diantara aplikasi perbankan yang lainnya. Namun pihak manajemen tetap mengalokasikan anggaran untuk pengembangan berkelanjutan untuk menaikkan peringkat.

Dana Rp 2,7 triliun sebagai modal tambahan ke aset digital yang dimiliki BCA, sehingga infrastruktur permodalan bank digital menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Pada tanggal 21 November 2021 yang lalu, aplikasi Blu memiliki 370 ribu pelanggan dan telah mengumpulkan deposit sebanyak Rp 970 miliar dan dengan jumlah transaksi hariannya rata-rata lebih dari 100 ribu.

Akan tetapi, saat ini persaingan digitalisasi semakin memanas dikarenakan semakin banyak bank yang melakukan transformasi menjadi sebuah bank digital dan semakin banyak bank yang lahir dengan menawarkan suku bunga tinggi untuk melakukan akuisisi nasabah yang baru.

Pihak manajemen BCA saat ini tengah melirik peluang baru yaitu BNPL atau kepanjangan dari Buy Now Pay Later atau beli sekarang bayar nanti. Peluang ini akan dimanfaatkan BCA dengan memanfaatkan teknologi digital seperti melalui aplikasi Blu di masa yang akan datang.

Sehingga banyak para investor berharap BCA bisa mencapai panduan manajemen mengenai target pertumbuhan pinjaman di angka 4-6% lebih baik dari tahun 2021 yang lalu, hal ini menjadi tantangan tersendiri. Terlebih pandemi masih belum berakhir, sehingga menjadi tantangan tersendiri untuk pihak BCA agar saham bbca terus bertumbuh.

Bagaimana apakah Anda sudah berniat untuk menyimpan uangnya di saham bbca di tahun 2022 saat ini?

  • Share