Deutsche Bank, Bitcoin Seperti Emas, Cadangan Bitcoin AS Bisa Menetapkan Standar Internasional

berbagiberkat.com – Deutsche Bank, salah satu lembaga keuangan terbesar di Jerman, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan yang menarik perhatian dunia finansial. Bank tersebut menyebut bahwa Bitcoin memiliki karakteristik yang mirip dengan emas dan bahwa cadangan strategis Bitcoin yang dimiliki oleh Amerika Serikat dapat berpotensi menjadi standar internasional di masa depan. Pernyataan ini semakin memperkuat posisi Bitcoin sebagai aset yang semakin diterima dalam sistem keuangan global.
Baca juga:Rumble Menginvestasikan $17,1 Juta dalam Bitcoin, Menambahkan 188 BTC ke Perbendaharaannya
Dalam laporan terbaru mereka, analis Deutsche Bank menyoroti kesamaan antara Bitcoin dan emas sebagai penyimpan nilai (store of value). Beberapa faktor yang menjadi dasar perbandingan ini antara lain:
- Keterbatasan Pasokan – Sama seperti emas yang memiliki jumlah terbatas di dunia, Bitcoin juga memiliki pasokan maksimum sebesar 21 juta koin. Hal ini menjadikannya aset yang langka dan bernilai.
- Perlindungan terhadap Inflasi – Bitcoin dan emas sering dianggap sebagai aset yang dapat melindungi nilai kekayaan dari inflasi karena tidak terpengaruh oleh kebijakan moneter yang dapat mencetak lebih banyak uang fiat.
- Aset Alternatif dalam Ketidakpastian Ekonomi – Ketika terjadi ketidakstabilan ekonomi atau krisis keuangan, banyak investor beralih ke aset seperti emas dan Bitcoin sebagai bentuk perlindungan.
Dalam diskusi mengenai peran Bitcoin dalam sistem keuangan global, Deutsche Bank juga menyoroti wacana tentang Amerika Serikat yang dapat menyimpan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan strategis nasional mereka. Jika ini terjadi, ada beberapa dampak yang bisa muncul:
- Menetapkan Standar Internasional – Jika AS menjadikan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan keuangan mereka, negara lain kemungkinan besar akan mengikuti, sehingga Bitcoin bisa menjadi aset strategis global.
- Peningkatan Kredibilitas Bitcoin – Langkah ini dapat meningkatkan kepercayaan terhadap Bitcoin sebagai aset yang sah dalam sistem keuangan tradisional.
- Regulasi yang Lebih Jelas – Dengan masuknya Bitcoin ke dalam sistem keuangan negara, regulasi yang lebih ketat dan jelas kemungkinan akan diterapkan untuk mengurangi volatilitas serta meningkatkan stabilitas pasar kripto.
Baca juga:BBVA Resmi Tawarkan Perdagangan Bitcoin & Ethereum, Era Baru Perbankan Digital Dimulai
Meskipun Bitcoin semakin diterima dalam dunia keuangan, masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi:
- Volatilitas Harga – Bitcoin masih mengalami fluktuasi harga yang tinggi, sehingga bisa menjadi risiko bagi investor institusional.
- Regulasi yang Ketat – Beberapa negara masih memberlakukan regulasi ketat terhadap Bitcoin, yang dapat mempengaruhi adopsinya secara global.
- Keamanan dan Skalabilitas – Teknologi blockchain Bitcoin masih menghadapi tantangan dalam hal efisiensi transaksi dan keamanan dari serangan siber.
Pernyataan Deutsche Bank mengenai Bitcoin sebagai “emas digital” dan potensi cadangan strategis Bitcoin AS menunjukkan bahwa mata uang kripto ini semakin diakui dalam sistem keuangan global. Jika negara-negara besar mulai mengadopsi Bitcoin sebagai aset cadangan, ini dapat membawa perubahan signifikan dalam lanskap ekonomi internasional. Namun, tantangan seperti regulasi dan volatilitas harga tetap menjadi faktor yang harus diperhatikan sebelum Bitcoin benar-benar bisa sejajar dengan emas sebagai standar nilai global.