Peter Schiff yang Anti Bitcoin Mengakui “Bitcoin adalah Emas Digital”

berbagiberkat.com – Peter Schiff, seorang investor terkenal dan kritikus cryptocurrency, terutama Bitcoin, baru-baru ini mengejutkan banyak orang dengan pernyataan yang tidak terduga: ia mengakui bahwa Bitcoin adalah emas digital. Sebagai seorang yang dikenal sebagai pendukung emas dan seorang kritikus keras terhadap cryptocurrency, pengakuan ini menandai perubahan besar dalam pandangannya terhadap mata uang digital yang selama ini ia kritik habis-habisan.

Schiff, yang sering menyebut Bitcoin sebagai “gelembung spekulatif” dan “aset yang tidak memiliki nilai intrinsik”, kini tampaknya mengakui bahwa ada beberapa kesamaan mendalam antara Bitcoin dan emas, yang sering ia anggap sebagai pelindung nilai terhadap inflasi dan ketidakstabilan ekonomi.

Baca juga: CEO Coinbase Brian Armstrong Usulkan Cadangan Kripto AS dengan Bitcoin Saja “Mungkin Pilihan Terbaik”

Peter Schiff telah lama dikenal sebagai kritikus utama Bitcoin, dengan sering menyatakan bahwa mata uang digital ini tidak lebih dari gelembung finansial. Dalam berbagai kesempatan, ia menyatakan bahwa Bitcoin tidak memiliki nilai yang dapat diandalkan seperti emas, yang telah digunakan sebagai penyimpan nilai selama ribuan tahun.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, pandangannya mulai berubah. Dalam sebuah tweet dan beberapa wawancara terbaru, Schiff mengakui bahwa meskipun ia masih tidak sepenuhnya percaya pada cryptocurrency, ia mulai melihat Bitcoin sebagai sesuatu yang mirip dengan emas. Ia menyebut Bitcoin sebagai “emas digital” karena dua alasan utama: kelangkaan dan perannya sebagai pelindung nilai.

Menurut Schiff, Bitcoin dan emas memiliki sifat dasar yang serupa, yaitu keduanya terbatas jumlahnya. Emas terbatas di bumi, sementara jumlah Bitcoin juga terbatas melalui mekanisme “halving” yang mengurangi jumlah Bitcoin yang dapat ditambang setiap empat tahun. Hal ini menjadikan kedua aset tersebut sebagai alternatif yang menarik untuk menjaga kekayaan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Baca juga: Gejolak Tarif Trump Mengacaukan Produsen Tequila

Meskipun Schiff tetap menjadi skeptis terhadap cryptocurrency, pengakuannya tentang Bitcoin sebagai “emas digital” memiliki beberapa alasan yang mendasari. Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa ia akhirnya memberi pengakuan pada Bitcoin:

1. Kelangkaan dan Penawaran Terbatas

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, salah satu alasan Schiff mengakui Bitcoin sebagai emas digital adalah karena sifat kelangkaan yang dimiliki keduanya. Emas terbatas dalam jumlah yang ada di dunia, dan hanya dapat diperoleh melalui proses penambangan yang memerlukan waktu dan usaha. Begitu juga dengan Bitcoin, yang memiliki pasokan terbatas sebanyak 21 juta Bitcoin, yang membuatnya tidak bisa diproduksi begitu saja.

Kelangkaan ini memberikan nilai intrinsik bagi keduanya, dan dalam pandangan Schiff, itulah yang membuat Bitcoin mirip dengan emas sebagai aset penyimpan nilai.

2. Bitcoin Sebagai Pelindung Nilai

Schiff telah lama menganggap emas sebagai pelindung nilai terbaik terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Dalam situasi di mana mata uang fiat seperti dolar terdevaluasi atau terjadi krisis ekonomi, orang cenderung mencari safe haven untuk menyimpan kekayaan mereka. Emas telah lama menjadi pilihan utama dalam hal ini.

Dengan pengakuan Schiff terhadap Bitcoin, ia menyiratkan bahwa Bitcoin, meskipun lebih volatil daripada emas, dapat berfungsi sebagai pelindung nilai yang serupa, terutama dalam dunia yang semakin terhubung secara digital dan di mana inflasi serta ketidakstabilan ekonomi global semakin meningkat.

3. Keamanan dan Desentralisasi

Salah satu fitur utama dari Bitcoin adalah sifat desentralisasinya. Bitcoin tidak dikendalikan oleh pemerintah atau lembaga keuangan pusat, yang memberikannya tingkat keamanan yang lebih tinggi terhadap manipulasi dan kebijakan moneter yang tidak stabil. Bagi Schiff, hal ini mirip dengan emas, yang juga tidak tergantung pada kebijakan bank sentral atau pemerintah.

Bitcoin, seperti emas, tidak dapat dimanipulasi dengan cara yang sama seperti mata uang fiat, yang bisa dicetak oleh bank sentral sesuai kebijakan moneter mereka. Hal ini membuat Bitcoin, dalam pandangan Schiff, lebih mirip dengan emas dalam hal stabilitas nilai.

Meskipun Peter Schiff kini mengakui bahwa Bitcoin memiliki sifat-sifat yang mirip dengan emas, ia tetap skeptis terhadap aspek lainnya, terutama dalam hal volatilitas harga dan risiko spekulatif yang masih terkait dengan Bitcoin. Ia masih berpendapat bahwa emas tetap menjadi aset yang lebih aman dan lebih bisa diandalkan dibandingkan dengan Bitcoin.

Namun, pengakuan Schiff tentang Bitcoin sebagai “emas digital” menunjukkan bahwa ia mengakui potensi Bitcoin untuk menjadi alternatif baru dalam dunia keuangan. Mungkin saja, meskipun ia tidak sepenuhnya menerima cryptocurrency, ia mulai melihat bahwa cryptocurrency, terutama Bitcoin, akan terus berkembang dan memainkan peran penting dalam ekosistem keuangan global.

Baca juga: Elon Musk Menyatakan DOGE sebagai Ancaman bagi Birokrasi

Pengakuan Schiff terhadap Bitcoin sebagai “emas digital” menunjukkan bahwa, meskipun masih ada banyak skeptisisme, semakin banyak orang mulai melihat crypto sebagai bagian dari masa depan keuangan. Bitcoin telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir dan telah mulai diadopsi oleh banyak investor institusional, perusahaan besar, dan bahkan beberapa pemerintah.

Meskipun ada banyak tantangan yang dihadapi oleh Bitcoin, termasuk volatilitas harga, masalah regulasi, dan adopsi yang masih terbatas, pengakuan dari tokoh besar seperti Peter Schiff memberikan sinyal positif bahwa cryptocurrency memiliki potensi besar di masa depan.

Bagi emas, meskipun sifatnya yang telah terbukti sebagai pelindung nilai akan tetap relevan, Bitcoin mungkin akan berfungsi sebagai alternatif digital yang semakin populer di kalangan investor muda dan teknologi. Kedua aset ini, meskipun berbeda dalam banyak aspek, memiliki kesamaan dalam hal kelangkaan dan peranannya sebagai pelindung kekayaan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Baca juga: Berita Bitcoin Hari Ini – Penurunan Harga Terbesar Sejak 2022 dan Dampaknya pada Pasar Kripto

Peter Schiff, yang dikenal sebagai salah satu pengkritik terbesar Bitcoin, kini mulai mengakui bahwa Bitcoin memiliki banyak kesamaan dengan emas, terutama dalam hal kelangkaan dan kemampuannya sebagai pelindung nilai. Meskipun ia masih skeptis terhadap banyak aspek dari cryptocurrency, pengakuan ini menandai sebuah perubahan penting dalam pandangannya.

Bitcoin, yang sebelumnya dianggap oleh banyak orang sebagai gelembung spekulatif, kini mulai dianggap sebagai alternatif yang sah untuk emas, terutama di dunia digital yang semakin berkembang. Perubahan ini, meskipun kecil, menunjukkan bahwa cryptocurrency dapat menjadi bagian penting dalam sistem keuangan global di masa depan, bahkan bagi mereka yang sebelumnya menentangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *