Pentagon Akan Pangkas Hingga 60.000 Pekerjaan di Tengah Restrukturisasi Pertahanan

berbagiberkat.com – Dalam langkah besar di sektor pertahanan AS, Pentagon mengumumkan rencana untuk memangkas hingga 60.000 pekerjaan sebagai bagian dari upaya besar-besaran untuk merestrukturisasi dan merampingkan operasi militer. Langkah ini, yang bertujuan untuk mengurangi biaya dan mengalokasikan ulang sumber daya, bisa menjadi salah satu pengurangan tenaga kerja terbesar dalam sejarah Pentagon.

Departemen Pertahanan (DoD) menyatakan bahwa pemangkasan ini akan berdampak pada personel sipil dan militer di berbagai cabang dan departemen. Restrukturisasi ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk memodernisasi militer AS, mengalihkan prioritas ke teknologi-teknologi baru seperti kecerdasan buatan, pertahanan siber, dan sistem tanpa awak, serta menghentikan program-program lama tertentu.

Pejabat Pentagon menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah melakukan tinjauan menyeluruh terhadap tujuan operasional jangka panjang dan tantangan anggaran Pentagon.

“Kami mengambil langkah yang sulit namun perlu untuk memastikan kesiapan dan kelincahan pasukan kami di masa depan,” ujar juru bicara Pentagon. “Ini akan memposisikan Departemen lebih baik dalam menghadapi peperangan modern dan ancaman keamanan global.”

Baca juga:Harga BBM di AS Turun Empat Minggu Berturut-turut, Capai Level Terendah dalam Empat Tahun

Pemangkasan ini dilakukan saat Pentagon ingin memprioritaskan pendanaan untuk kemampuan generasi mendatang, termasuk keamanan siber, pertahanan luar angkasa, dan sistem persenjataan canggih. Para analis pertahanan menyebutkan bahwa dengan ancaman global yang berkembang pesat, khususnya di dunia maya dan teknologi baru, militer AS berada di bawah tekanan untuk berinvestasi lebih besar pada modernisasi.

Dengan mengurangi jumlah personel, Pentagon bertujuan untuk membebaskan miliaran dolar guna memperkuat inovasi dan teknologi pertahanan yang penting untuk mempertahankan keunggulan kompetitif negara ini.

Rencana pengurangan ini diperkirakan akan memengaruhi berbagai posisi, termasuk posisi administrasi, staf pendukung, dan beberapa posisi teknis yang terkait dengan program dan infrastruktur lama. Pejabat militer menyatakan bahwa personel yang terdampak akan ditawari bantuan transisi, termasuk program pelatihan ulang dan opsi pensiun dini jika memungkinkan.

Serikat pekerja yang mewakili karyawan federal sudah menyuarakan keprihatinannya.
“Ini akan berdampak buruk pada ribuan keluarga,” kata perwakilan serikat pekerja federal. “Kami mendesak Departemen untuk mempertimbangkan kembali skala pemangkasan ini atau memastikan dukungan yang memadai bagi mereka yang terdampak.”

Baca juga:Binance Umumkan Biaya Trading 0% di Binance Wallet Hingga September

Sementara beberapa ahli pertahanan berpendapat bahwa pemangkasan ini penting untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan peperangan modern, yang lain mengkhawatirkan dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas, terutama di komunitas-komunitas di mana instalasi militer dan pekerjaan DoD menjadi tulang punggung perekonomian lokal.

Pengamat internasional juga memantau situasi ini dengan cermat, karena perubahan dalam prioritas pengeluaran pertahanan AS bisa menjadi sinyal bagi dinamika keamanan global.

Pentagon diperkirakan akan merilis rincian lebih lanjut dalam beberapa minggu mendatang, termasuk departemen dan wilayah mana yang paling terdampak oleh pemangkasan ini. Anggota parlemen di Kongres juga diperkirakan akan mengawasi rencana ini dengan ketat, dengan beberapa di antaranya sudah menyerukan adanya sidang untuk menilai dampak jangka panjang terhadap keamanan nasional dan stabilitas tenaga kerja.

Seiring Departemen Pertahanan menjalankan restrukturisasi ini, fokus utama tetap pada upaya menyeimbangkan tanggung jawab fiskal dengan kebutuhan untuk mempertahankan kekuatan militer yang kuat, modern, dan mampu bersaing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *