Gejolak Tarif Trump Mengacaukan Produsen Tequila

berbagiberkat.com – Rencana Presiden Donald Trump untuk menerapkan tarif 25% pada produk impor dari Meksiko telah menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan produsen tequila. Langkah ini tidak hanya mengancam industri tequila Meksiko tetapi juga berdampak signifikan pada konsumen dan pelaku industri di Amerika Serikat.

Produsen tequila Meksiko sangat khawatir bahwa tarif yang diusulkan dapat mengancam kelangsungan bisnis mereka. Seperti produk ikonik lainnya, tequila harus diproduksi di Meksiko untuk dapat disebut sebagai tequila. Dengan demikian, tarif akan meningkatkan harga bagi pembeli AS, yang dapat mengurangi permintaan. Asosiasi perdagangan minuman keras di Amerika Utara juga menyatakan bahwa tarif ini mengancam pekerjaan dan dapat merugikan industri perhotelan yang masih dalam pemulihan dari pandemi COVID-19.

Becle, perusahaan induk dari merek tequila terkenal Jose Cuervo, telah memperingatkan potensi dampak sebesar $80 juta pada tahun 2025 akibat tarif yang diusulkan. Untuk mengurangi dampak tersebut, Becle secara proaktif meningkatkan persediaan di AS sebelum tarif diberlakukan. Namun, saham perusahaan tetap turun 5,6%, menghapus sekitar 4,0 miliar peso ($195,63 juta) dari nilai pasarnya.

Dampak tarif tidak terbatas pada produsen tequila Meksiko. Perusahaan global seperti Diageo, pemilik merek-merek seperti Johnnie Walker dan Smirnoff, memperkirakan potensi kerugian hingga $200 juta akibat tarif tersebut. Tarif 25% ini terutama mempengaruhi tequila, yang harus diproduksi di Meksiko, sehingga mempengaruhi rantai pasokan dan harga di pasar AS.

Baca juga: Laporan Ketenagakerjaan AS – Indikasi Perlambatan Perekrutan dan Dampaknya pada Ekonomi

Konsumen AS kemungkinan akan merasakan kenaikan harga tequila dan produk terkait lainnya. Pemilik bar dan restoran mengkhawatirkan bahwa kenaikan harga ini dapat mengurangi permintaan, mempengaruhi penjualan, dan pada akhirnya mengancam mata pencaharian mereka. Industri perhotelan, yang masih dalam tahap pemulihan pasca-pandemi, mungkin menghadapi tantangan tambahan akibat tarif ini.

Ketidakpastian seputar implementasi tarif telah menyebabkan lonjakan pesanan sebelumnya, diikuti oleh penurunan tajam dalam bisnis. Produsen tequila menghadapi tantangan dalam merencanakan produksi dan distribusi di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan. Asosiasi perdagangan minuman keras di Amerika Utara menekankan bahwa tarif ini tidak hanya mengancam pekerjaan tetapi juga dapat merugikan industri perhotelan yang masih dalam pemulihan dari pandemi COVID-19.

Secara keseluruhan, gejolak tarif yang diusulkan oleh Presiden Trump telah menciptakan ketidakpastian dan kekhawatiran yang signifikan di seluruh rantai pasokan tequila, dari produsen di Meksiko hingga konsumen dan pelaku industri di Amerika Serikat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *